Archive for July, 2016

Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI LN) Gelombang II Tahun 2016

logo-ristekdikti-8-64407_172x172

Tawaran Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI LN) Gelombang II Tahun 2016
http://sumberdaya.ristekdikti.go.id/index.php/2016/07/26/pendaftaran-beasiswa-unggulan-dosen-indonesia-gelombang-ii-tahun-2016/

26 Juli 2016

Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti melalui Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka pendaftaran Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI LN) Gelombang II Tahun 2016. Program beasiswa ini diperuntukan bagi dosen tetap perguruan tinggi di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang akan melanjutkan studi jenjang doktor (S3) di luar negeri.

Unduhan :

1. Pengumuman Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri Gelombang II Tahun 2016

2. Panduan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri Gelombang II Tahun 2016

Pengumuman Pengusulan Program Studi Rumpun Ilmu Terapan Bidang Kesehatan Tahun 2016

logo-ristekdikti-8-64407_172x172
Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti kembali membuka kesempatan pembukaan program studi rumpun ilmu bidang kesehatan tahun 2016, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Usulan program studi rumpun ilmu bidang kesehatan dilakukan secara online/daring melalui laman silemkerma.dikti.go.id pada Juli 2016 s.d. September 2016, dengan ketentuan mengenai pengusul, mekanisme pengusulan, dan persyaratan pengusulan dapat dibaca pada panduan “Persyaratan dan Prosedur Pembukaan Prodi Rumpun Ilmu Bidang Kesehatan” tahun 2016 dan dapat diunduh dari laman http://silemkerma.ristekdikti.go.id/ ;
  2. Program studi rumpun ilmu bidang kesehatan yang dapat diajukan harus sesuai dengan nomenklatur yang digunakan oleh Kemenristekdikti dan menggunakan instrumen akreditasi yang sesuai dan telah disediakan pada laman dimaksud di atas, yaitu:
    1. Bidang Kedokteran program magister, spesialis, dan doktor.
    2. Bidang Kedokteran Gigi program magister, spesialis, dan doktor.
    3. Bidang Keperawatan program profesi, magister, spesialis, dan doktor.
    4. Bidang Kebidanan program magister.
    5. Bidang Farmasi program diploma, sarjana, profesi, magister dan doktor.
    6. Bidang Kesehatan Masyarakat program diploma, magister, dan doktor.
    7. Bidang Gizi program diploma, sarjana, profesi, magister, dan doktor.
    8. Bidang Kesehatan lain program diploma (diploma tiga dan diploma empat).

Instrumen akreditasi untuk poin a s.d. g dipilih sesuai bidang studi dan program yang diajukan, sedangkan untuk poin h yaitu program studi rumpun ilmu bidang kesehatan program vokasi (diploma tiga dan diploma empat) yang tercantum dalam nomenklatur Kemenristekdikti namun belum memiliki instrumen akreditasi maka menggunakan instrumen akreditasi generik untuk program diploma bidang kesehatan yang telah disediakan.

  1. Program studi rumpun ilmu bidang kesehatan yang tercantum dalam nomenklatur Kemenristekdikti program sarjana, magister, profesi, spesialis, dan doktor namun belum memiliki instrumen akreditasi maka pengusulannya menunggu sampai selesainya instrumen akreditasi dimaksud. Sementara itu, program studi bidang Kebidanan program profesi masih belum dapat diajukan saat ini karena masih menunggu selesainya perumusan capaian pembelajaran dan instrumen uji kompetensi profesi bidan.
  2. Program studi rumpun ilmu bidang kesehatan yang masih diberlakukan moratorium yaitu:
    1. Program studi Pendidikan Kedokteran dan Profesi Dokter berdasarkan surat Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi nomor 1/M/SE/VI/2016 tanggal 14 Juni 2016 tentang Moratorium Pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter.
    2. Program studi Keperawatan (pada program Diploma Tiga dan program Sarjana), program studi Kebidanan (pada program Diploma Tiga, program Diploma Empat dan program Sarjana), dan program studi Bidan Pendidik (program Diploma Empat), berdasarkan surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 400/D/T/2009 Tanggal 20 Maret 2009 tentang Pendirian Program-Program Studi Keperawatan dan Kebidanan, dan surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 1643/E/T/2011 Tanggal 18 Oktober 2011 Tentang Moratorium Program-Program Studi Bidang Kesehatan;
    3. Program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat pada program Sarjana, berdasarkan surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 1436/D/T/2010 tanggal 24 Nopember 2010 tentang Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat program Sarjana (S1);
    4. Usulan pendirian atau perubahan bentuk perguruan tinggi swasta hanya dapat mengusulkan pembukaan program studi rumpun ilmu bidang kesehatan, dengan prosedur dan persyaratan pengusulan pendirian dan perubahan bentuknya mengikuti aturan yang berlaku pada panduan “Persyaratan dan Prosedur Pendirian, Perubahan Bentuk, dan Pembukaan Program Studi Perguruan Tinggi Swasta” tahun 2016 yang telah kami luncurkan pada periode 25 Desember 2015 s.d. 25 Maret 2016. Instrumen akreditasi pembukaan program studi rumpun ilmu bidang kesehatannya mengikuti instrumen akreditasi rumpun ilmu bidang kesehatan yang terkait.
    5. Bagi pengusul pendirian atau perubahan bentuk perguruan tinggi swasta pada periode 25 Desember 2015 s.d. 25 Maret 2016 lalu, namun belum dapat mengusulkan program studi rumpun ilmu bidang kesehatan dikarenakan belum selesainya instrumen akreditasinya, maka dapat mengusulkannya bersamaan dengan pengajuan perbaikan usulan pendirian atau perubahan bentuk perguruan tinggi dimaksud.
    6. Apabila program studi yang diusulkan tidak terdapat pada nomenklatur program studi yang digunakan oleh Kemenristekdikti maka program studi tersebut dapat diusulkan terlebih dahulu kepada Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti dengan menyertakan nama program studi yang diusulkan, program yang dimaksud (Diploma Tiga, Diploma Empat, Sarjana/Sarjana Terapan, Magister/Magister Terapan, Doktor/Doktor Terapan, Profesi, atau Spesialis), Capaian Pembelajaran/Learning Outcome, profil lulusan, artikel dari program studi yang diusulkan tersebut pada jurnal internasional, dan program studi tersebut di luar negeri. Apabila program studi tersebut disetujui oleh Kemenristekdikti maka nomenklatur program studi dimaksud dapat diusulkan pada tahun berikutnya.
    7. Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti akan menghentikan dan membatalkan proses usulan pendirian, perubahan bentuk PTS, atau pembukaan program studi pada perguruan tinggi apabila dokumen dan informasi yang diberikan tidak benar atau pengusul telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;
    8. Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti tidak memberikan pelayanan tatap muka dan/atau telepon yang berkaitan dengan pengusulan Pendirian, Perubahan Bentuk, dan Pembukaan Program Studi. Semua informasi/pengumuman terkait proses dan hasil penanganan usulan hanya dapat diakses melalui akun masing-masing pengusul pada laman silemkerma.dikti.go.id;
    9. Seluruh proses usulan Pendirian, Perubahan Bentuk, dan Pembukaan Program Studi Perguruan Tinggi tidak dikenakan biaya apapun.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Unduh:

Pengumuman Pengusulan Program Studi Rumpun Ilmu Terapan Bidang Kesehatan Tahun 2016

Pedoman dan Panduan Pengusulan Program Studi Bidang Kesehatan

Serdos Tahap lI Tahun 2016

logo-ristekdikti-8-64407_172x172
 Sehubungan dengan penyelenggaraan program Sertifikasi pendidik Untuk Dosen (Serdos) Tahap ll Tahun 2016 dengan hormat bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Direktorat JenderaI Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan pendidikan Tinggi telah mengunggah daftar tentatif dosen yang telah memenuhi syarat untuk proses sertifikasi dosen (Data D1) di laman http://forlap.dikti.go.id pada menu Manajemen Serdos.
  2. Mohon mencermati data D1 tersebut untuk memastikan bahwa seluruh dosen yang telah memenuhi syarat dapat mengikuti Serdos Tahun 2016.
  3. Jika terdapat dosen yang belum masuk data D1 padahal yang bersangkutan telah memenuhi syarat mengikuti serdos, mohon melakukan pemutakhirkan data dosen di pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-DlKTI) pada laman http://forlap.dikti.go.id, karena data D1 diambil secara otomatis dari data PD- DlKTI.
  4. Data D1 akan diambil menjadi Data D3 per tanggal 12 Agustus 2016.
  5. Data D3 sebagai calon peserta Serdos akan kami unggah pada tanggal 15 Agustus 2016 melalui Iaman http://serdos.dikti.qo.id.
  6. PTN/Kopertis/Kementrian Mitra melakukan verifikasi data D3 mulai tanggat 15 s.d. 29 Agustus 2016.
  7. Penetapan Data D4 menjadi Dosen yang Disertifikasi (DYS) pada tanggal 1 September 2016.
  8. DYS melakukan pengisian portofolio dan validasi Deskripsi Diri dari tanggal 2 s.d. 23 September 2016.
  9. Pengajuan Portofolio oleh perguruan Tinggi pengusul (PTU) sampai dengan tanggal 24 September 2016.
  10. Penilaian Portofolio dijadwalkan tanggal 3 s.d. 17 Oktober 2016.
  11. Yudisium Nasional dilaksanakan tanggal 20 Oktober 2016.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama yang baik kami ucapkan terima kasih.

Unduh:

Serdos Tahap lI Tahun 2016

Panduan Memperoleh Akses Langganan E-Journal 2016

gambar jurnal

Panduan Memperoleh Akses Langganan E-Journal 2016
http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/

Nomer : 1196/E5.2/TU/2016    Tanggal : 19 Juli 2016
  • Panduan Memperoleh Akses Langganan E-Journal
  • Panduan Akses E-Journal 2016
  • Petunjuk Penggunaan Cengage
  • Petunjuk Penggunaan Proquest
  • Petunjuk Penggunaan Summon Ristekdikti

Akan Dibuka BUDI-LN Gelombang 2 Tahun 2016

logo-ristekdikti-8-64407_172x172

Akan Dibuka BUDI-LN Gelombang 2 Tahun 2016

PENGUMUMAN BUDI LN-01 COPY-01

Kemenristekdikti Tawarkan Beasiswa S-3 untuk Dosen

Rabu, 20 Juli 2016 | 11:19 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) kembali membuka kesempatan kepada dosen untuk melanjutkan pendidikan jenjang doktor atau S-3 keluar negeri melalui Beasiswa Untuk Dosen Indonesia (BUDI LN).

“Dalam waktu satu pekan ke depan, kami membuka kesempatan untuk dosen-dosen mendaftar Program BUDI LN,” ujar Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti di Jakarta, Rabu (20/7). Pihaknya kembali membuka kesempatan tersebut, setelah sebelumnya mengumumkan sebanyak 168 penerima beasiswa BUDI LN.

Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi dosen-dosen baik yang mengajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) asalkan telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan Nomor Induk Khusus (NIDK). Mereka dipersilakan mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

“Pada tahun ini, kuota untuk BUDI LN sebanyak 300 beasiswa. Namun, dari hasil seleksi kuota tersebut tidak terpenuhi. Beberapa penyebabnya karena tidak memenuhi syarat dan ada juga pelamar yang sudah mendapatkan beasiswa dari sponsor lain,” ucap dia.

Kuota BUDI LN untuk tahap kedua yakni 130 beasiswa luar negeri. Pelamar boleh mengajukan belajar di universitas ternama dunia. Tahapan seleksi untuk BUDI LN, lanjut Ghufron, tidaklah terlalu sulit yakni seleksi administrasi dan wawancara.

Meskipun demikian, Kemristekdikti mensyaratkan bahwa calon dosen haruslah cakap dalam kemampuan Bahasa Inggris. Beasiswa BUDI bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di pendidikan tinggi. Salah satu permasalahannya adalah ada sekitar 59.000 dosen yang masih bergelar sarjana. Padahal idealnya menurut UU Guru dan Dosen, 10 tahun setelah disahkan maka tidak ada lagi dosen yang bergelar sarjana.

Beasiswa yang merupakan kerja sama Kemristekdikti dan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) itu terdiri atas beasiswa dalam negeri dan luar negeri. “Pada tahun ini, kami memang tidak mengalokasikan dana untuk beasiswa dosen karena pemotongan anggaran di kementerian. Oleh karena itu kami menjalin kerja sama dengan LPDP untuk pembiayaannya,” kata Ghufron.

Beasiswa itu diluncurkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016. Kuota beasiswa yang dialokasikan yakni 2.000 beasiswa untuk dalam negeri dan 300 beasiswa untuk luar negeri. Khusus untuk luar negeri, merupakan beasiswa program doktor atau S-3.
Red: Karta Raharja Ucu
Source: Antara

Hasil Jurnal Nasional Terakreditasi Kemristekdikti Periode I Tahun 2016

gambar jurnal

Hasil Jurnal Nasional Terakreditasi Kemristekdikti Periode I Tahun 2016
http://simlitabmas.ristekdikti.go.id

Nomer : 1130/E5.2/TU/2016 Tanggal : 14 Juli 2016
Hasil Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah Cetak Periode I Tahun 2016 silakan unduh di SINI

Baca juga:

Inilah Daftar Jurnal Nasional Terakreditasi Kemristekdikti yang Masih Berlaku

Panduan Memperoleh Akses Langganan Scopus

gambar jurnal

Panduan Memperoleh Akses Langganan Scopus
http://simlitabmas.ristekdikti.go.id

Nomer : 1214/E5.2/TU/2016 Tanggal : 18 Juli 2016

Selengkapnya silakan unduh :

Panduan Memperoleh Akses Langganan Scopus
Panduan Pemanfaatan Akses Scopus
Formulir Permintaan Akun Scopus

Linknya silakan unduh langsung di
http://simlitabmas.ristekdikti.go.id

Tawaran Penelitian di Belanda

logo-ristekdikti-8-64407_172x172

Tawaran Penelitian di Belanda
http://sumberdaya.ristekdikti.go.id/index.php/2016/07/14/tawaran-penelitian-di-belanda/

EURAXESS memberikan kesempatan untuk melaksanakan penelitian di Belanda dengan kualifikasi sebagai berikut:

EURAXESS ASEAN Flashnote (Belanda)

UMRI peringkat ke – 9065 pada 4ICU University Web Ranking

images1

images1

umri web ranking

Bilateral Exchange Program JSPS DG RSTHE Joint Research Project 2017

peneliti

Bilateral Exchange Program JSPS DG RSTHE Joint Research Project 2017

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menawarkan kesempatan untuk mengajukan proposal “Bilateral Exchange Program JSPS DG RSTHE Joint Research Project 2017” kepada peneliti, perekayasa, serta tenaga fungsional dalam lingkup SDM Iptek dan dosen. Berikut file pendukung yang dapat diunduh,

1. Surat Pendukung JSPS

2. Panduan Program JSPS Tahun 2016

3. Format Proposal

StudentBlog theme is brought to you by Quasargaming.com online slot games such as Plenty on twenty, Fruits and sevens and Columbus deluxe.