Archive for the ‘Informasi Dosen’ Category

PANDUAN REGISTRASI DOSEN BARU

PANDUAN REGISTRASI DOSEN BARU

1. NIDN (Nomor induk dosen nasional)
2. NIDK (Nomor induk dosen khusus)
3. NUP (Nomor urut pendidik)

UNDUH : Panduan Registrasi Dosen

Contoh Perjanjian Kerja

Surat Pernyataan Pimpinan PT

Peluncuran Penetapan Registrasi Pendidik di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Berikut adalah beberapa perubahan/penambahan tentang tatacara dan persyaratan untuk memperoleh NIDN, NIDK dan NUP :

Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN):
adalah nomor induk yang diterbitkan oleh Kementerian untuk dosen yang bekerja penuh waktu dan tidak sedang menjadi pegawai pada satuan administrasi pangkal/instansi lain.

Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK):
adalah nomor induk yang diterbitkan oleh Kementerian untuk dosen yang diangkat perguruan tinggi berdasarkan perjanjian kerja.

Nomor Urut Pendidik (NUP):
adalah nomor urut yang diterbitkan oleh Kementerian untuk Dosen, Instruktur, dan Tutor yang tidak memenuhi syarat diberikan NIDN atau NIDK.

Hak Dosen yang memiliki NIDN:
a. PNS atau PPPK:
1. memperoleh gaji dan tunjangan;
2. mengusulkan jabatan akademik;
3. mengusulkan atau diusulkan untuk menempati jabatan struktural/tugas tambahan;
4. mengajukan beasiswa;
5. mengajukan sertifikasi dosen;
6. mengikuti pembinaan/peningkatan kompetensi;
7. dihitung sebagai rasio dosen terhadap mahasiswa;
8. dihitung dalam pembukaan dan pelaksanaan program studi.
Angka 1 s.d 6 dibiayai oleh APBN dan/atau PNBP dari institusi asal.

b. PTS:
1. memperoleh gaji dan tunjangan;
2. mengusulkan jabatan akademik;
3. mengusulkan atau diusulkan untuk menempati jabatan struktural/tugas tambahan;
4. mengajukan beasiswa;
5. mengajukan sertifikasi dosen;
6. mengikuti pembinaan/peningkatan kompetensi;
7. dihitung sebagai rasio dosen terhadap mahasiswa;
8. dihitung dalam pembukaan dan pelaksanaan program studi.
Angka 4 s.d 6 dapat dibiayai oleh APBN

Hak Dosen Pemilik NIDK
a. Dosen PTN berhak:
1. memperoleh honor/tunjangan sesuai Perjanjian Kerja;
2. mengusulkan jabatan akademik;
3. mengusulkan atau diusulkan untuk menempati jabatan struktural/tugas tambahan;
4. mengikuti pembinaan/peningkatan kompetensi;
5. dihitung sebagai rasio dosen terhadap mahasiswa;
6. dihitung dalam pembukaan dan pelaksanaan program studi.

Angka 1 s.d 4 dibiayai oleh masing-masing perguruan tinggi pengusul melalui APBN/BOPTN/Block Grant/PNBP atau sumber lain yang sah.

b. Dosen PTS berhak:
1. memperoleh honor/tunjangan sesuai Perjanjian Kerja;
2. mengusulkan jabatan akademik;
3. mengusulkan atau diusulkan untuk menempati jabatan struktural/tugas tambahan;
4. mengajukan beasiswa;
5. mengikuti pembinaan/peningkatan kompetensi;
6. dihitung sebagai rasio dosen terhadap mahasiswa;
7. dihitung dalam pembukaan dan pelaksanaan program studi.
Angka 1 s.d 4 dapat dibiayai oleh perguruan tinggi masing-masing, dan untuk nomor 5 dapat dibiayai oleh APBN.

Hak Dosen/Instruktur/Tutor yang memiliki NUP:
1. memperoleh honor sesuai dengan Perjanjian Kerja;
2. mengikuti pembinaan/peningkatan kompetensi;
Angka 1 dan 2 dapat dibiayai oleh perguruan tinggi masing-masing.

Persyaratan Umum Untuk Mendapatkan NIDN, NIDK dan NUP:
1. Kartu Identitas;
2. Ijazah seluruh jenjang pendidikan tinggi yang telah ditempuh;
3. Surat Keputusan sebagai Dosen/Instruktur/Tutor;
4. Surat Perjanjian Kerja antara Pimpinan Perguruan Tinggi dengan Calon Dosen/Instruktur/Tutor;
5. Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Rumah Sakit;
6. Surat Pernyataan dari Pimpinan Perguruan Tinggi yang menerangkan bahwa informasi dalam dokumen yang diusulkan adalah benar;
7. Pas Photo 4×6

Persyaratan Khusus Mendapatkan NIDN:
Surat Keterangan dari pimpinan perguruan tinggi yang menyatakan bahwa dosen tersebut aktif melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi

Persyaratan Khusus Mendapatkan NIDK:
1. Surat ijin dari pimpinan instansi induknya (Menteri, Kepala Lembaga, Ka. Staf TNI, Kepala Polri, Kepala Daerah, Direktur Utama) atau yang diberikan kewenangan oleh pimpinan tersebut, jika yang bersangkutan masih sebagai pegawai atau karyawan aktif;
2. Surat keterangan mengajar dan jadwal mengajar minimum 1 (satu) semester dalam 1 (satu) tahun sebanyak 4 (empat) SKS, yang disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi.

Dosen Asing:
1. Izin kerja di Indonesia;
2. Jabatan akademik paling rendah associate professor, dan paling sedikiti memiliki 3 (tiga) publikasi internasional dalam jurnal internasional bereputasi.

Persyaratan Khusus Mendapatkan NUP:
Mengajar minimum 1 (satu) kali dalam 1 (satu) semester yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pimpinan perguruan tinggi.

Brosur dapat diunduh disini

Jadwal Pelaksanaan Serdos Tahap III Tahun 2015

Unduh di sini

Kalender Akademik 2015/2016

Kalender Akademik 2015/2016 UMRI

11 Kampus Terbaik di Indonesia Versi Kemristekdikti

11898692_826927680736084_2505960414739022577_n

11 Kampus Terbaik di Indonesia Versi Kemristekdikti

Senin, 17 Agustus 2015 11:50
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyusun klasifikasi dan pemeringkatan perguruam tinggi Indonesia.

Hasilnya, 11 PTN diklasifikasikan sebagai PT terbaik di Indonesia.
Institut Teknologi Bandung (ITB), menjadi perguruan tinggi terbaik dengan skor 3,743. Sementara, skor maksimalnya adalah 4,00

Menurut Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Kemristekdikti Patdono Suwignjo mengatakan klasifikasi perguruan tinggi terbaik disusun berdasarkan empat kriteria.

Keempat kriteria tersebut adalah kualitas sumber daya manusia, kualitas manajemen organisasi, kualitas kegiatan kemahasiswaan, dan kualitas penelitian dan aplikasi ilmiah.

Patdono mengatakan, data yang digunakan adalah data yang dilaporkan seluruh universitas di Indonesia di pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) dan data eksternal seperti BAN PT dan Scopus per Desember 2014.

“Data dilaporkan dari 3320 PT. Dimana, klasifikasi dan pemeringkatan perguruan tinggi Indonesia disusun sebagai upaya mendorong perguruan tinggi dalam mengembangkan akademik dan non-akademik,” katanya usai Upacara Hari Kemerdekaan Kemenristekdikti, Senin (17/8/2015).

Menurutnya, pemeringkatan juga sebagai landasan bagi kementerian untuk membina perguruan tinggi agar kualitasnya bisa meningkat.

Patdono melanjutkan, pemerintah berharap agar klasifikasi bisa digunakan sebagai pertimbangan untuk merancang program-program perguruan tinggi.

Adapun berdasarkan data, ke 11 universitas tersebut adalah:
1. ITB dengan skor 3,743.
2. Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan skor 3,690
3. Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan skor 3,490
4. Universitas Indonesia (UI) dengan skor 3,412
5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan skor 3,289
6. Universitas Brawijaya dengan skor 3,217
7. Universitas Padjajaran dengan skor 3,075
8. Universitas Airlangga dengan skor 3,065
9. Universitas Sebelas Maret dengan skor 3,035
10. Universitas Diponegoro dengan skor 2,983
11. Universitas Hasanuddin dengan skor 2,978.

Sumber : http://wartakota.tribunnews.com

Baca juga:
Ini Daftar Universitas Terbaik di Indonesia versi KemRistekDikti

Senin, 17 Agustus 2015, 11:34 WIB
VIVA.co.id – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) telah mengumumkan klasifikasi dan pemeringkatan perguruan tinggi klaster pertama untuk tahun ini.

Diketahui, untuk menilai dan memposisikan perguruan tinggi tersebut, Kemenristek Dikti melakukannya berdasarkan empat kriteria, yaitu kualitas sumber daya manusia, kualitas manajemen dan organisasi, kualitas kegiatan kemahasiswaan, serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Empat kriteria tersebut memaparkan posisi setiap perguruan tinggi masing-masing, sehingga setiap kampus berada di urutan yang berbeda, berdasarkan empat kriteria itu.

Namun, bila dilihat secara keseluruhan, maka Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi nomor satu sebagai pemegang gelar perguruan tinggi terbaik secara keseluruhan, diikuti 10 perguruan tinggi lainnya.

10 Kampus yang dimaksud yakni Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, dan Universitas Hasanuddin.

Berikut 10 besar kampus Indonesia yang berhasil masuk dalam 4 kriteria pemeringkatan Kemenristek Dikti.

Perguruan tinggi terbaik berdasarkan kualitas SDM

1. Institut Pertanian Bogor (IPB)
2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
4. Universitas Negeri Malang (UM)
5. Universitas Indonesia (UI)
6. Universitas Negeri Makassar (UNM)
7. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
8. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
9. Universitas Airlangga (Unair)
10. Universitas Bengkulu

Perguruan tinggi terbaik berdasarkan kualitas manajemen

1. Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS)
2. Universitas Gunadarma
3. ITS
4. UGM
5. UI
6. ITB
7. IPB
8. Universitas Kristen Petra
9. Universitas Sebelas Maret (UNS)
10. Universitas Islam Indonesia (UII)

Perguruan tinggi terbaik berdasarkan kualitas penelitian dan publikasi

1. ITB
2. IPB
3. UI
4. UGM
5. Universitas Padjadjaran (Unpad)
6. Universitas Hasanuddin (Unhas)
7. UNS
8. Universitas Brawijaya (UB)
9. ITS
10. Universitas Diponegoro (Undip)

Perguruan Tinggi terbaik berdasarkan kualitas kegiatan mahasiswa

1. UGM
2. ITS
3. UB
4. ITB
5. IPB
6. UI
7. Unair
8. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
9. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
10. Undip

Sumber: VIVA.co.id

Uji Kompetensi Program Diploma III Kebidanan, Diploma III Keperawatan dan Profesi Ners Periode kedua Bulan September 2015

Selengkapnya Unduh disini

Kumpulan Panduan Penggunaan Simlitabmas (lengkap 246 halaman)

KUMPULAN PANDUAN PENGGUNAAN SIMLITABMAS
11796421_817914464970739_9069875474592943787_n

Terima kasih Prof Agus Subekti MSc PhD, Direktur Litabmas 2012-2015, buku panduan ini menjadi kado perpisahan yang sungguh bernilai buat semua pendidik yang telah bapak bina selama 4 tahun ini. Selamat bertugas Pak Agus di penempatan baru, kami yakin di manapun Bapak ditugaskan tidak akan mengurangi semangat kontribusi untuk anak bangsa.

Buku panduan ini terdiri dari 246 halaman, merupakan suplemen dari buku Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Perguruan Tinggi Edisi IX Tahun 2013.

Buku ini menjelaskan langkah demi langkah setiap tahapan kegiatan yang dikelola menggunakan SIM-LITABMAS yang
diorganisasi sebagai berikut.
1. Panduan Pengusulan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
2. Panduan Pengusulan Program Kreativitas Mahasiswa.
3. Panduan Penilaian Proposal Program Penelitian Desentralisasi.
4. Panduan Mengunggah Catatan Harian, Laporan Kemajuan dan Laporan Akhir Penelitian.
5. Panduan Mengunggah Catatan Harian, Laporan Kemajuan dan Laporan Akhir Pengabdian
Kepada Masyarakat.
6. Panduan Mengunggah Catatan Harian, Laporan Kemajuan dan Laporan Akhir PKM.
7. Panduan Penugasan Monitoring dan Evaluasi Internal.
8. Panduan Monev Eksternal Penelitian.
9. Panduan Monev Eksternal Pengabdian Kepada Masyarakat
10. Panduan Monev Eksternal PKM.
11. Petunjuk Registrasi ONLINE Peserta PIMNAS.
12. Panduan Pengisian Rekaapitulasi Penggunaan Dana Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat.
13. Panduan Mengunggah Bahaan Seminar Hasil
14. Panduan Penggunaaan SIM-LITABMAS untuk Manajemen Perguruan Tinggi dan Kopertis.
15. Petunjuk Penggunan Fitur Pesan Pengaduaan SIMLITABMAS.
16. Panduan Pengusulan Bantuan Seminar Luar Negeri
17. Panduan Pengusulan Bantuan Stimulus
18. Panduan Pendaftaran Pelatihan
19. Panduan Akses E-Journal
20. Panduan Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi
21. Panduan Pengajuan Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah
Pedoman ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi mahasiswa, dosen, operator, dan
pimpinan di lingkungan perguruan tinggi dan Ditlitabmas Ditjen Dikti.

Jakarta, November 2014
Direktur Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat

Agus Subekti
NIP 19600801 198403 1 002

Silakan unduh bagi yang ingin koleksi buku panduan lengkap ini:
http://simlitabmas.dikti.go.id/unduh_berkas/KUMPULAN%20PANDUAN%20SIMLITABMAS%202014.pdf

Panduan Akses E-Journal DIKTI 2015

sim-litabmasSIM-Litabmas

Surat Panduan Memperoleh Akses Langganan E-Jurnal

Pemberitahuan Pelaksanaan Wasdalbin PTS 2015

Surat Pengantar Monev 2015

Instrumen Monev 2015

Disiplin Sholat Lima Waktu

Di antara ciri menonjol muttaqin (orang-orang bertaqwa) ialah rajin menegakkan sholat sebagaimana diperintahkan Allah ta’aala dan dicontohkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam.

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS AlBaqarah ayat 2-3)

Muttaqin menyadari bahwa sholat merupakan bukti keimanan yang sangat signifikan. Dan mereka sangat menyadari betapa besar akibatnya bila seseorang dengan sengaja meninggalkan sholat wajib lima waktu tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan orang yang meninggalkan sholat sebagai terlibat dalam kekufuran bahkan kemusyrikan!

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ

“Aku mendengar Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Sesungguhnya antara seorang lelaki dan kemusyrikan serta kekufuran ialah meninggalkan sholat.” (HR Muslim 116)

Malah dalam hadits lainnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berlepas diri dari orang yang dengan sengaja melalaikan kewajiban sholat. Sehingga beliau mengatakan bahwa tindakan tersebut akan menghilangkan jaminan Allah ta’aala dan RasulNya atas orang itu pada hari berbangkit kelak.

عَنْ أُمِّ أَيْمَنَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَتْرُكْ الصَّلَاةَ مُتَعَمِّدًا فَإِنَّهُ مَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ

Dari Ummu Aiman radhiyallahu ’anha bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Jangan kamu tinggalkan sholat dengan sengaja. Karena sesungguhnya barangsiapa meninggalkan sholat dengan sengaja maka sungguh lepaslah darinya perlindungan Allah ta’aala dan RasulNYa.”(HR Ahmad 26098)

Dan perlu diketahui bahwa urusan paling awal yang akan Allah ta’aala periksa atas hamba-hambaNya pada hari pengadilan ialah sholatnya. Barangsiapa yang sholatnya dikerjakan dengan baik maka beruntunglah dia, dan sebaliknya barangsiapa yang sholatnya dinilai kurang, maka kekurangannya hanya bisa ditutup bila hamba tersebut punya simpanan sholat sunnah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَلَاتُهُ فَإِنْ وُجِدَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتُقِصَ مِنْهَا شَيْءٌ قَالَ انْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ لَهُ مِنْ تَطَوُّعٍ يُكَمِّلُ لَهُ مَا ضَيَّعَ مِنْ فَرِيضَةٍ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ سَائِرُ الْأَعْمَالِ تَجْرِي عَلَى حَسَبِ ذَلِكَ

“Sesungguhnya hal pertama yang diperhitungkan dari seorang hamba Allah ta’aala pada hari kiamat ialah sholatnya. Jika didapati ia sempurna maka ia dicatat sebagai sempurna. Jika didapati terdapat kekurangan, maka dikatakan ”Coba lihat adakah ia memiliki sholat sunnah yang dapat melengkapi sholat wajibnya?” Kemudian segenap amal perbuatannya yang lain diproses sebagaimana sholatnya. (HR AnNasai)

Saudaraku, tegakkanlah sholat wajib lima waktu dengan disiplin. Sebab Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengatakan bahwa sholat wajib akan menghapuskan segenap kesalahan seorang muslim laksana daun yang berguguran dari sebatang pohon.

فَقَالَ:”إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا تَوَضَّأَ، فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ صَلَّى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ تَحَاتَّتْ خَطَايَاهُ، كَمَا تَحَاتَّ هَذَا الْوَرَقُ”، ثُمَّ تَلا هَذِهِ الآيَةَ: {أَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ} [هود: 114] .

“Seorang muslim bila berwudhu dan ia baguskan wudhunya kemudian ia sholat lima waktu, maka berguguranlah kesalahannya seperti bergugurannya daun ini.” Kemudian beliau membaca ayat sbb: “Tegakkanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. (HR Thabrani 6028)

Saudaraku, usahakanlah sedapat mungkin untuk selalu menegakkan sholat wajib lima waktu berjamaah di masjid, khususnya bagi kaum pria muslim. Sebab ahli fiqih dari kalangan para sahabat, yaitu Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ’anhu mengatakan bahwa orang yang sholatnya dikerjakan di rumah –bukan di masjid- berpotensi untuk menjadi sesat dari jalan Allah ta’aala.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ غَدًا مُسْلِمًا فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ حَيْثُ يُنَادَى بِهِنَّ فَإِنَّ اللَّهَ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُنَنَ الْهُدَى وَإِنَّهُنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى وَلَوْ أَنَّكُمْ صَلَّيْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ كَمَا يُصَلِّي هَذَا الْمُتَخَلِّفُ فِي بَيْتِهِ لَتَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ وَلَوْ تَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ لَضَلَلْتُمْ

Ibn Mas’ud radhiyallahu ’anhu berkata: “Barangsiapa ingin bertemu Allah ta’aala esok hari sebagai seorang muslim, maka ia harus menjaga benar-benar sholat pada waktunya ketika terdengar suara adzan. Maka sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aala telah mensyari’atkan (mengajarkan) kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam beberapa SUNANUL-HUDA (perilaku berdasarkan hidayah/petunjuk) dan menjaga sholat itu termasuk dari SUNANUL-HUDA. Andaikan kamu sholat di rumah sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjama’ah berarti kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Dan bila kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam pasti kamu tersesat.” (HR Muslim 1046).

Bahkan dalam hadits yang sama, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ’anhu mengatakan bahwa pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam masih hidup tidak ada orang yang sengaja tidak sholat berjamaah di masjid kecuali orang munafiq yang tidak diragukan kemunafiqannya. Na’udzubillahi min dzaalika..!

وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ

Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjama’ah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya.” (HR Muslim 1046). (eramuslim)

StudentBlog theme is brought to you by Quasargaming.com online slot games such as Plenty on twenty, Fruits and sevens and Columbus deluxe.